Sunday, February 26, 2017

Bicara Gizi: Pentingnya Menyusun Menu Mingguan

Week end positif. Sabtu 25 Feb 2017, pk. 08.00 pagi Nyonya Bawel sudah keluar dari rumah. Itu berarti Nyonya Bawel sudah selesai menyiapkan sarapan buat anak-anak dan suami. Maka di pagi yang cuaca lumayan cerah setelah beberapa hari mendung, seakan mendukung aktifitas, Nyonya Bawelpun bebas beraktifitas.

Menggunakan ojek online menjadi pilihan. Hampir satu jam perjalanan, akhirnya, Nyonya Bawel tiba di gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta. Sudah sekitar 10 blogger yang hadir. Sudah mulai sarapan dan foto-foto. Blogger berfoto adalah bagian narsis sekaligus bagian dari pekerjaan untuk di upload ke media sosial.

Ini kali pertama Nyonya Bawel meginjak kaki di gedung Cyber 2 yang ternyata salah satu kantor Danone. Pagi ini kami berkumpul untuk mengikuti acara diskusi bertajuk #BicaraGizi dengan tema: 

PERLU TIDAK MENU MINGGUAN UNTUK KELUARGA?

Kalau menurut Nyonya Bawel pribadi perlu. Karena jangan anggap sepele dalam hal menyiapkan masakan untuk keluarga. Kejenuhan kerap membuat para istri/ibu kebingungan. Dengan menyusun menu, itu akan sangat membantu. Selain menghindari kejenuhan/kebosanan, menyusun menu memudahkan mengukur asupan gizi keluarga.

Sekitar 20 blogger berkumpul untuk menambah ilmu dan wawasan dari dua narasumber, yaitu Pakar Gizi Ibu Budiati dan Chef Zul. Ibu Budiati memulai dengan mengingatkan Apa itu Makro gizi dan Mikro gizi. Makro gizi adalah bahan makanan yang diperlukan tubuh dengan kandungan gizi besar. Makro gizi terbagi 3 yaitu Karbohidrat, protein dan lemak. Pada anak-anak usia tumbuh kembang, Makro gizi ini sangat penting. Hasil akhir dari makro gizi adalah energi.

Sedangkan yang dimaksud dengan mikro gizi adalah gizi dalam jumlah gizi sedikit tapi tetap diperlukan karena berfungsi memenuhi kebutuhan vitamin dan ineral, biasanya terkandung dalam sayur dan buah.



Jika pada masa lalu, pemenuhan kebutuhan bahan makanan dikenal dengan situlah 4 SEHAT 5 SEMPURNA  kini konsep tersebut tidak digunakan lagi. Seiring berkembangnya ilmu penetahuan seputar gizi, maka konsep yang digunakan adalah Gizi seimbang. 

Gizi seimbang adalah susunanan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatkan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, prilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, di jabarkan:
 nasi, umbi, jagung, kentang, roti, gandum sebagai karbohidrat
telur, daging, tahu tempe, kacang-kacangan sebagai protein dan lemak
Aneka sayuran sebagai vitamin dan mineral
Buah-buah juga vitamin dan mineral serta susu sebagai penyempurna

Dalam Konsep Gizi Seimbag, susu masuk kelompok protein dan lemak.




Sebelum menyusun menu, ada baiknya mengenal macam-macam bahan makanan dan kandungan gizinya. Dengan begitu akan memudahkan menyusun menu sesuai kebutuhan. Pada anak-anak usia tumbuh kembang terutama balita hingga remaja, porsi makro gizinya harus lebih besar. Sedangkan pada orang dewasa, Porsi makro gizinya bisa lebih sedikit, Untuk orang dewasa, porsi sayur dan buah yang diperbanyak. 




Dengan mengetahu macam-macam bahan makanan dan kandungan gizinya, kita akan lebih mudah dalam menyusun dan mengolahnya menjadi menu makanan keluarga. Point penting dalam menyusun menu makan keluarga, wajib berorientasi pada anak. Umumnya apa yang bisa di makan anak-anak akan bisa di makan orang tua, tapi belum tentu makanan orang tua bisa di makan anak-anak.

Ibu Budiati juga mengingatkan cara memperlakuan bahan makanan. Agar saat mengolah makanan tidak over cook, ada baiknya sayur-sauran di blanching yaitu proses mematikan enzim pada sayuran sehingga tidak cepat membusuk. Caranya cukup meniram sayuran yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong dimasukan ke dalam wadah berisi air mendidih. Diamkan sebentar lalu langsung angkat. Sesudah di blanching, sayuran dapat diolah dengan cepat.

Sedangkan untuk proses Thawing/melelehkan bahan makanan yang dibekukan, terutama daging, ikan dan ayam jangan di rendam di air. Lebih baik dari freezer dipindahkan ke chiller. Jadi kalau mau dimasak besok pagi, sejak malam sudah boleh dipindahkan ke chiller. Makan yang sudah dilelehkan tidak boleh dibekukan, karena itu disarankan jika membeli daging, ikan dan ayam dalam jumlah agak banyak. (Saya banget-soalnya biasany belanja mingguan) Bahan-bahan tersebut sebelum disimpan di freezer, lebih baik di bungkus sesuai kebutuhan. 

Nyonya Bawel biasanya membagi daging dalam kemasan dengan berat sekitar 250 gr/ bungkus. Kalau ayam 3 ekor di potong 8 biasanya saya bagi dalam dua kantong. Jika ikan di bagi sesuai jumlah ikan. Bisa 2-3 ekor per kantong. Dikemas sesuai kebutuhan sekali masak.

Menurut Chef Zul, daging dan ayam yang dikemas dengan baik jika disimpan dalam freezer bisa bertahan setahun. Namun harus diperhatikan adalah suhu freezer harus stabil. Sesuai profesinya sebagai chef, Chef Zul membagi informasi pengolahan bahan makanan yang cepat tapi enak. Cheft Zul sangat tidak menyarankan Junkfood atau penggunaan penyedap/penguat/pewarna rasa.

Cheft Zul juga menyarankan dalam membuat ayam goreng seperti yang dijual resto cepat saji ada baiknya tidak menggunakan tepung jadi. Karena kita tidak mengetahui kandungannya. Menggunakan tepung dan meracik sendiri membei kebebasan berekperimen. Karena sesungguhnya cuma tepung terigu dicampur tepung beras lalu diberi, merica, garam dan bubuk bawang putih. Jika ingin kaya rasa boleh diberi bumbu lain seperti pala.

Bersama pakar gizi Ibu Budiati


Usai Ibu Budiati dan Chef Zul berbagi pengetahuan, kita diajak bermain. Blogger dibagi 3 kelompk dan ditugaskan menyusun menua seminggu, pagi, siang, malam plus makanan selingan. Nggak terlalu sudah tapi cukup menguras energi karena kami harus berpikir. Secara keselurahan nggak ada yang salah hanya kurang-kurang sedikit. Kurang nabati hewani atau menu kurang bervariasi. Disarankan, jika mampu, menu siang dan malam boleh berbahan dasar sama tapi diolah dengan menu yang berbeda. Kalau yang ini, kemampuan memasaknya memang ditantang. Tapi sebetulnya di era digitalisasi tidak susah, karena cari menu sesuai bahan tinggal searching di internet.

Acara #BicaraGizi ini sangat mengasykan. Di bawakan dengan santai tapi penuh ilmu. Bahkan ada hiburan band. Dan kita diajak menyanyi bersama. Pertemuan bisa dibilang singkat hanya sekitar 3 jam. Materi yang diberikan sangat bermanfaat. Semoga bisa ikut di cara #BicaraGizi selanjutnya. Dari info yang Nyonya Bawel dengar,  #BicaraGizi ini akan jadi program bulanan.





4 comments:

Echi Mustika said...

Suka ribet deh kalo bikin menu mingguan, tapi kalo lihat semangat bunda jadi tertarik mau coba

Rach Alida Bahaweres said...

Buncha, setuju nih kalau gizi dalam makanan memang harus diperhatikan. Tapi beneran, kadang aku binggung menentukan menu sehari-hari. Hihii

Astin Astanti said...

Mami Bawel, eh salah Nyonya Bawel, aku jadi tambah ilmu nich. Meskipun ngerti daging dipisahkan dan dibungkus sesuai dengan kebutuhan. tetep saja aku lupa atau malas gitu. Jadi, mulai besok aku harus menyiapkan wadah-wadah sesuai dengan porsi masak ya, biar gak cairin trus bekukan lagi. TFS Mami.

Bayar Tagihan Listrik, Dapet Smartphone said...

Buncha, kalau yang baru jadi Mamma Muda emang agak ribet ya tapi harus dibiasakan. Makasih buncha! Bun, jangan lupa bayar tagihan hehhe